Ubur-ubur ? siapa takut !

Diposting oleh Karang Api • 29 Sep, 2008 • Kategori: Kegiatan
Ubur-ubur ? siapa takut !

reposted Sep 2008 by BH; previously posted in octopusdive.blogspot.com in April 2007.

Ubur2 suka tinggal pada perairan yang memiliki kadar garam rendah, jadi mereka menyenangi daerah disekitar muara sungai, pada rawa2 hutan bakau atau pada pantai yang memiliki hutan lebat dengan aliran air tawar di dalam tanahnya, atau daerah pantai setelah hujan besar. Di perairan batam, ubur2 memiliki musim kawin dan menyebarkan telurnya sekitar bulan July – Agustus. Sehingga sekitar bulan September-oktober kita bisa menemukan banyak sekali ubur2 diperairan batam. Predator ubur2 yang cukup banyak, termasuk manusia ( dibeberapa daerah ubur2 ini dikonsumsi sebagai panganan yang lezat ) menyebabkan mereka berkurang banyak, dan Ubur2 yang selamat ini kemudian akan berkembang biak kembali pada sekitar bulan yang sama tahun berikutnya. Jadi tidak seperti kita yang bisa kawin setiap saat, ubur2 ini hanya bisa kawin sekali setiap tahun, walaupun dia bisa poligami dengan ratusan ubur2 betina, itu juga kalau dia selamat sampai tahun berikutnya. Ubur2 bisa berumur panjang dan tinggal diperairan dalam. Di perairan dalam sekitar great barier reef Autralia, Kepala mereka bisa mencapai diameter 20m lebih. Ubur2 adalah salah satu hewan yang memiliki bioluminence, yaitu hewan yang memiliki cahaya sendiri, seperti kunang-kunang, dan karena warnanya yang berlainan dan berkelompok, maka pada saat penyelaman malam, akan terlihat seperti pertunjukan opera berwarna-warni. Pada ubur2 dewasa, bioluminencenya semakin rendah., tetapi karena kandungan fosfor yang banyak, tubuhnya masih tetap menyerap cahaya dan mengeluarkannya pada saat gelap, dan akan berpedar menyala bergantian. Di perairan Batam, tarian cantik ini “dipertunjukkan” didaerah pulau petong dan pulau Abang. Tarian ini sering kali memakan korban diver senior, yang terlupa pada kapasitas tangki, sehingga harus melakukan flying atau shoot up maneuver ( muncul kepermukaan dengan cepat ) yang sangat berbahaya,seperti yang terjadi baru-baru ini di Ambon.

pict1. box jelly fish


pict.2 Portugese man o war

Beberapa jenis ubur2 sangat berbahaya : Portugese man o war dan Box Jelly fish. jarang sekali orang dewasa bisa selamat setelah tersengat dan terpapar racun 15% dari bagian tubuhnya. Tetapi ubur2 jenis ini sangat langka, sementara kebanyakan ubur2 yang ada, sama sekali tidak mampu menyebabkan kita terluka. Paling hebat itupun setelah si ubur2 berusaha sekuat tenaga, sengatannya seperti gigitan nyamuk saja. Perbedaannya pada bentuk tubuh mereka, untuk ubur2 berbahaya, mereka memiliki tentakel seperti mie atau kwetiau memanjang kebawah ( dan bisa mencapai panjang 6m ), sementara pada ubur2 yang tidak berbahaya, sulur tentakelnya sangat pendek bahkan bisa dikatakan tidak ada. Di perairan kita, ubur2 tentakel ungu dan merah adalah jenis yang sudah masuk klasifikasi berbahaya yang paling sering ditemukan. Sengatannya tidak akan menyebabkan kematian, hanya saja rasa sakit seperti terbakar yang amat sangat. Orang-orang pedalaman Irian menggunakannya sebagai bahan tattoo badan. Ubur2 – jenis apapun itu sebetulnya bukan hewan agresif yang bisa berenang menyerang mangsanya. Ubur2 tidak memiliki mata, dia bisa merasakan adanya pengganggu atau mangsa dari getaran lembut pada buluh cambuk di kulit mereka yang diteruskan sensor saraf ke otaknya. Dan pengalaman penulis, mereka berusaha kabur menjauh begitu merasakan adanya kehadiran kita. Hewan ini mencari makan dengan menyengat mangsa yang tanpa sengaja melewati jebakan tentakel dibawahnya yang menjuntai. Jadi dari bagian organ tubuh, hanya tentakel yang berbahaya. Anda tidak akan tersengat hanya dengan menyentuh kepalanya. Ubur2 akan dengan mudah menumbuhkan tentakelnya yang terputus apabila menabrak mangsa yang cukup besar. Jadi sebetulnya adalah salah perenang akan berenang menerjang mereka, bukan mereka yang dengan sengaja menyerang manusia. Apabila terpapar sengatan ubur2, biasanya tentakel yang memiliki daya lekat kuat, akan tertinggal menempel di tubuh kita sambil terus aktif menyuntikkan racunnya, seperti ekor cicak. Pada saat tersengat, korban akan merasa seperti di cambuk dengan cambuk panas. Bahaya atau tidaknya, tergantung dari waktu penanganan. Semakin cepat semakin baik. Luka yang terlambat di obati, menyebabkan racun mengendap di kulit dan akan mengakibatkan gatal pada luka seumur hidup, karena racun tidak bisa keluar sementara kulit sudah menutup luka. Sementara bekas luka akan berbekas melepuh, seperti terkena lecutan cambuk panas. a. Bersihkan tentakel 1. Tentakel yang melekat itu paling baik dibersihkan dengan mengerok tentakel dengan pisau ( bisa diganti kartu ATM bila tidak ada ) , mengikuti alur tentakel, biasanya menjulur panjang seperti mie atau kwetiau. Hati-hati jangan sampai bekas tentakel yang sudah dikerok jatuh lagi kebagian tubuh yang lain dan hati-hati terhadap luka bengkak ( bisa luka pada saat mengerok ). . 2. Lalu gosok luka dengan pasir lembut, untuk membersihkan sisa2 tentakel. ( apabila tidak ada pisau atau penggantinya, bisa juga membersihkan tentakel dengan langsung mengggosok dengan pasir yang lembut, hanya saja, kadang area paparan racun menyebar menjadi lebih luas ). 3. Bila sudah bersih, sudah tidak ada lendir atau tidak terasa licin, cuci dengan air laut atau air tawar. Racun 1. Walaupun tentakel sudah tercabut, tetapi dalam beberapa kasus, racun sudah terlanjur masuk, cegah penyebaran racun dengan menempelkan es batu pada luka. Sekaligus menetralisir sakit dan mengempeskan bengkak. Pada kondisi parah ( terkena portugese man o war atau box jelly fish dengan luka paparan lebih dari 15% ) organ yang terkena sengat harus diikat untuk mencegah racun mencapai jantung. Ikatan harus dibuka setiap 15 menit untuk membiarkan organ tubuh tersebut mendapatkan asupan darah. Semprotan Anesthetic dapat mengurangi rasa sakit, ( tetapi selain mahal tetap kalah khasiatnya dengan es batu ). 2. Keluarkan racun dengan menyedot dengan penyedot racun khusus tapi hanya bisa dilakukan apabila paparan terjadi dibawah waktu 5 menit. ( dapat digantikan dengan menyedot dengan mulut – apabila penolong tidak memiliki gigi berlubang, karena racun bisa masuk lewat luka di gigi. Dan pasukan marinir biasanya akan membuat luka sepanjang alur untuk memudahkan mengeluarkan racun lewat darah ), apabila sudah lebih dari 5 menit racun biasanya sudah sulit keluar dari luka, maka luka direndam air hangat minimum 50oC/122oF ( tergantung korban kuat menahan air panasnya atau tidak ). Tetapi apabila saat terkena air hangat ini terlihat area bengkak melebar hentikan merendam air panas, usahakan kembali disedot atau gunakan es batu untuk menghentikan penyebaran racun. 3. Netralisir racun dengan membasahi kain dengan cuka masak atau vinegar. (paling baik vinegar apel) untuk mengompres luka. Kalau tidak ada vinegar atau cuka, gunakan tembakau yang sudah dibasahi. ( item ke 2 dan 3 ini di lakukan berulang dan bergantian, karena biasanya sakit yang hilang akan muncul lagi. ) 4. Apabila tidak sembuh setelah lebih dari 6 jam, segera hubungi dokter. Biasanya dokter di Indonesia akan memberikan antibiotic, ( yang sebetulnya tidak perlu ) Untuk di Negara maju, mereka memiliki anti racun khusus, dari berbagai hewan beracun yang ada. Catatan : Beberapa dokter akan memberikan salep antihistamine atau corticosterioidointment untuk membantu menghilangkan rasa sakit, tetapi ternyata beberapa merk obat memiliki efek negative, kerusakan jaringan kulit dan merusak fungsi hati, dan lebih jauh lagi menyebabkan kanker. Lebih baik dikompres menggunakan mentimun yang dihancurkan ( diblender ) dan es, sisakan sedikit kasih gula, ahh sedap. ( untuk obat haus ) Pembersihan tentakel beracun ini harus sampai selesai saat itu walaupun terasa sangat sakit karena apabila lebih dari 3 hari, luka sudah menutup kulitnya tetapi masih gatal, diperlukan pembedahan kosmetik karena racun, akan menyebabkan gatal bertahun-tahun.


pict.3 Gedangan/Kacangan/Klungkum

Beberapa nelayan lokal daerah riau menggunakan
Gedangan/Kacangan/Klungkum (River Mangrove) Aegiceras corniculatum (L) Blanco ( Myrsinaceae sebagai obat dengan cara dihancurkan dan dibalurkan, yang memiliki ciri :
Daun : Berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 7 cm. Terdapat kelenjar pada daun untuk menyekresi garam.
Bunga dan buah : Bunganya berukuran kecil dan berwarna putih, serta terangkai dalam satu ikatan. Buahnya berukuran panjang sekitar 5 cm, berbentuk pensil tebal, agak melengkung dan berujung lancuip.
Kulit Batang : Halus licin dan berwarna abu-abu
Akar : Tidak terlihat jelas akar nafas yang muncul di permukaan tanah.

Pencegahan :
Persiapan yang baik, ketika anda berenang di laut, gunakan kaos panjang yang menutupi seluruh badan. Baju renang sudah banyak tersedia dengan jenis ini, selain melindungi dari hewan beracun, juga melindungi dari paparan sinar UV dari matahari. Gunakan kaca mata renang sehingga anda bisa melihat lebih baik.
Jangan berenang sendiri, dan selalu saling mengawasi. kecuali anda memang perenang professional terlatih.
Ikuti informasi life guard daerah tersebut, atau petugas K3 seperti di PT. AIT bila ada.
Jangan dengan sengaja mengganggu/membunuh ubur2 yang lewat, tentakel yang putus dan melayang di air tetap beracun, dan bisa melukai orang lain. selain itu, mereka juga sedang berusaha untuk mencapai musim kawin tahun depan kan ?

  • Sebelas Sikap yang Menjadi Penyumbang Kegagalan Terbesar dalam Pekerjaan

  • Abdicate King - Raja yang digulingkan

    reposted Sep 2008 by BH; previously posted in octopusdive.blogspot.com in May 2007.

    Nerus...

  • Leave a Reply