Menyelamatkan Penyu hijau di Pulau Putri.

Diposting oleh Karang Api • 29 Sep, 2008 • Kategori: Kegiatan
Menyelamatkan Penyu hijau di Pulau Putri.

reposted Sep 2008 by BH; previously posted in octopusdive.blogspot.com in April 2007.

Penyu yang paling sering ditemukan di perairan Batam terutama di daerah pulau putri adalah penyu hijau kerennya dipanggil green turtle. Hampir di semua laut ditemukan penyu, kecuali di perairan artic, karena penyu tidak suka air dingin dan mereka akan sangat kesulitan untuk mencari tempat bertelur. Beberapa species senang berkelana dari satu lautan ke lautan yang lain. Penyu yang terbesar biasanya dari jenis Leatherback dengan panjang tempurungnya bias mencapai 2 meter, dan lebar 1.5 meter. Berat mereka bias mencapai 600kg. Tetapi beberapa species lain biasanya lebih kecil dengan maksimum panjang tempurung mencapai 1 meter saja. Kita punya tujuh jenis penyu yaitu : Kemp’s Ridley, Flatback, Green, Olive Ridley, Loggerhead, Hawksbill dan Leatherback. Selain Leatherback yang termasuk keluarga Dermochelyidae ( satu-satunya ) yang lain merupakan keluarga penyu Chelonioidea. Perbedaannya terlihat dari bentuk anatomi tubuh mereka, misalnya Bentuk tulang kepala, bentuk lempengan dari tempurung atau lapisan tulang pelindung dibawah perut. Dan Leatherback adalah satu-satunya penyu yang tidak memiliki batok tempurung, tetapi dia memiliki kepingan tulang2 yang dibungkus kulitnya.

pict1. Marthen manuputty si lumba2.. dapet lagi..

Beberapa jenis penyu sudah dinyatakan punah – YA PUNAH !!, lihat table dibawah. :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Sauropsida
Order: Testudines
Suborder: Cryptodira
Superfamily: Chelonioidea Bauer, 1893
Genera
• Family Cheloniidae (Oppel, 1811)
o Caretta
o Chelonia
o Eretmochelys
o Lepidochelys
o Natator
• Family Dermochelyidae
o Dermochelys
• Family Protostegidae ( punah )
• Family Toxochelyidae ( punah )
• Family Thalassemyidae ( punah )
Penyu laut memiliki kemampuan yang sangat hebat dalam merasakan tempat dan waktu. Mereka sangat sensitive terhadap medan magnet bumi dan menggunakannya untuk navigasi. Penyu tertua yang ditemukan berumur 189 tahun, dilihat dari umur tempurungnya setelah pengujian laboratorium. Satu-satunya jenis hewan yang selalu pulang kampong ini bias memiliki GPS alam. Kura2 family Ridley lebih hebat lagi, mereka pulang kampungnya bersama-sama, dalam satu rombongan – seperti layaknya penjual jamu gendong di Jakarta dan pulang sama-sama ke Jawa. Dan penyu Ridley ini hanya kembali ke Kemp’s Ridley dalm satu hari yang sama dan tidak ada yang nyasar ke pantai manapun di belahan dunia ini, hanya ke kampungnya di Kemp’s Ridley dalam jumlah Ribuan ekor, tetapi karena manusia senang sama telurnya, akhirnya mereka tinggal beberapa ratus ekor saja.
Usia dewasa siap menikah penyu adalah 30 tahun, mereka setelah mengandung akan pergi ke pantai pada malam hari, di Pantai dimana mereka dilahirkan. Biasanya satu induk betina akan bertelur setiap dua atah empat tahun sekali. Dan sekalinya bertelur bisa empat atau tujuh kali mengeluarkan telur. Mereka akan menggali lubang dengan sirip mereka dan mengeluarkan 70 sampai 190 telur ( tergantung species memang ) kemudian menguburnya dan kembali ke laut. Kemudian dalam masa dua bulan kemudian, dari telur-telur yang selamat dari predator paling hebat – manusia, akan menetas tukik-tukik kecil, si bayi ini akan menggali lubang keluar sendiri dan mencari jalan kelaut. Tetapi rata-rata hanya 1% yang selamat karena di sana sudah menunggu predator selain manusia misalnya burung camar, gagak elang sampai ikan moray, belut dan Kerapu. Mereka yang memakan daging atau tanaman ini, paling sering ditemukan di padang rumput sargassum yang melayang di lautan.


pict. 2 karang api, harry, dan todak

Manusia paling sering menangkap penyu untuk dimakan dagingnya, sementara cangkangnya digunakan sebagai hiasan. Dari jaman baheula, cangkang penyu digunakan oleh masyarakat dengan ditemukannya peninggalan kuno sisir dari cangkang penyu. Walaupun sensor dan instinkya sangat tajam, tetap saja penyu-penyu itu menuju kepunahan menyusul tiga jenis penyu lainya yang sudah punah. Selain telurnya dan daging untuk dimakan, batoknya untuk hiasan, Penyu-penyu ini juga tewas karena tersangkut jarring nelayan, atau terluka oleh mata pancing Di India ada penelitian oleh para aktivis pecinta alam disana bahwa dalam dua bulan saja telah mati terperangkap jarring sekitar 100 ekor penyu.
Saya juga pernah nonton filemnya Alm Steve Irwin yang menemukan kura2 yang batoknya sudah hancur karena baling-baling boat. Kura-kura hijau di Batam menjadi contoh paling baik untuk kepentingan rantai makanan dan ekosistem – bahkan di dua ekosistem yang sangat kritis, karena mereka terutama memakan rumput laut di padang lanun. Sama seperti lapangan bola, padang lanun yang sehat harus dipotong pendek. Dan padang lanun yang sehat akan menghasilkan daerah perkembangbiakan ikan dan hewan laut lainnya. Hilangnya padang lanun dapat menyebabkan hilangnya beberapa jenis hewan laut dan ikan, yang mengancam rantai makanan yang akan berakhir pada bencana, termasuk pada manusia.


pict.3 Penyu-penyu yang tertangkap jaring nelayan dilepaskan kembali,
aryo, harry, ricky, dugong..

Pada saat jalan-jalan ke Bintan tahun lalu, didapat kabar bahwa mereka memiliki ahli2 biologi yang bekerja untuk menyelamat hewan2 dari mulai kunang-kunang sampai ke penyu. Penyu-penyu yang menetas akan diintai, kemudian telurnya akan “diamankan” ke pantai yang mereka siapkan dengan penjagaan khusus sehingga predator monyet kepala hitam ( manusia ) tidak dapat mengambilnya didalam area berjaring rapat, sehingga burung gagak tidak bisa memangsa. Kemudian tukik2 yang baru lahir akan mereka lepaskan kelaut dengan bantuan para turis wisman, yang mengeluarkan donasi untuk setiap tukiknya. Suatu kerja sama yang baik, wisman senang dapat melepaskan penyu, dan kita mendapatkan alam yang lestari. Sementara hal lain misalnya di simpadan dan ligitan ( itu loh yang dicaplok Malaysia ) dimana disana turis2 menyelam bersama penyu yang jinak. Mereka mau disuapin dan seringkali ke pantai untuk bercanda dengan anak2 kecil. Tapi hati-hati – si penyu ini rabun, sehingga bisa saja dia salah caplok dan menggigit telinga seperti cerita di seaworld Jakarta, dimana penjaga aquarium laut terbesar di asia itu terpaksa harus dijahit karena kehilangan kupingnya.

Luky L Santoso - dari berbagai sumber

  • NEW FRIENDS

  • Coral Reef and Mangrove Conservation ODC ketemu bapak Wakil Walikota

    Akhi...

  • Leave a Reply