Kejuaran Asia Pertama

Diposting oleh Karang Api • 24 Jun, 2003 • Kategori: Kegiatan
Kejuaran Asia Pertama

1st ASIAN OPENWATER FINSWIMMING
AND UNDERWATER ORIENTATION COMPETITION
22nd - 23rd JUNE 2003Setelah dibentuk pada tanggal 14 Feb 2001, ODC yang pada waktu itu bernama BBDC tidak melakukan kegiatan karena keterbatasan peralatan. Latihan yang hanya dipusatkan pada latihan fisik berenang akhirnya membuat sebagian besar anggota jenuh dan satu -persatu membubarkan diri. Tapi kemudian pada ulang tahun yang pertama, ODC berusaha melakukan aktivitas yang bisa berguna mencoba mengenalkan olah raga diving dan binantang-binatang langka, juga binantang berbahaya dan cara mengatasinya. Pada waktu itu anggota walaupun masih semuanya bintang satu POSSI, kegiatan bisa berjalan dengan baik. Karena keterbatasan peralatan juga, berbagai aktivitas latihan, presentasi bahaya dan cara aman untuk melakukan kegiatan di laut di tularkan dari mulut kemulut oleh para anggota pendiri. Pada acara presentasi pertama kali hanya hadir 18 orang tamu yang beberapa diantaranya bahkan menjadi anggota pada tahun-tahun mendatang.

Kegiatan ini sempat terhenti karena perlombaan kejuaraan asia pertama yang akan diadakan di Nongsa Point Marina. Para anggota ODC kembali mengalami seleksi ketat sehingga dari 23 orang senior terpilih 8 orang yang mewakili Batam dalam kejuaraan asia pertama, yang akan diadakan di Indoneisa - khususnya Batam, pada bulan Juni 2002. Untuk itu juga para atlit mendapatkan pelatihan khusus dan karenanya sekaligus naik tingkat menjadi bintang dua POSSI setelah lolos ujian penyelaman malam, penyelaman arus dan penyelaman dalam termasuk didalamnya melakukan penyelaman wreck ( bangkai kapal ) pada tanggal 15 April 2002
untuk kelas Selam dan Monofin. Untuk selam nomor-nomor yang diperlombakan adalah 6km, 3km, 2km dan 1 km dan untuk selam adalah M course, 3 point course dan 4 point course.

Negara-negara yang mengikuti mulai dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Kahszakstan, Korea, Thailand dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah. Tuan rumah menerjukan paling banyak atlit dari berbagai klub selam misalnya dari Bangka - Belitung ( babel ), Jakarta, Bandung, Semarang, Papua, Palembang, Riau, Lampung baik dari umum maupun dari militer, misalnya saja pasukan mariner dari Armabar dan Armatim.

Kami 8 orang atlit Batam, mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan, instansi dan perusahaan, dari mulai POSSI, KORPS MARINIR, PT. BATAM SAMUDRA. PEMKO BATAM, OTORITA BATAM, PT. SATNUSA, PT ADVANCE INTERCONECT TECHNOLOGY. Juga pejabat-pejabat yang secara langsung datang dan memberikan dukungan misalnya walikota batam Bapak Nyat Kadir, Bapak Z. Abidin dari PT. Satnusa. Dan bahkan kita mendapatkan dukungan dan kunjungan dari Bapak Wismoyo Aris munandar.
Kegiatan ini juga disebarkan pada masyarakat oleh media.

Dukungan yang sangat besar itu tidak dapat membantu banyak, mengingat para atlit sendiri sangat kurang mendapatkan persiapan, dimana latihan baru dilaksanakan 10 hari sebelum pertandingan, peralatan yang tidak memadai dan konsumsi yang kurang menyebabkan para atlit tidak bisa memberikan perjuangan maksimal.

1st ASIAN OPENWATER FINSWIMMING
AND UNDERWATER ORIENTATION COMPETITION
22nd - 23rd JUNE 2003

Kiri ke kanan : Candra Bunyamin ( PT. AIT ), David Gani ( PT. AIT ). Izhaak ( PT. BATAM SAMUDRA ). Kurniawan ( PT. NPM ), Jul Effendi ( PT. BATAM SAMUDRA ). Pak Rumondor, Pak Wismoyo Aris Munandar ( Ketua KONI Pusat ), Pak Danche ( Dirut NPM ), Pak Nyat Kadir, Walikota, Ernawati, Luky L Santoso ( PT. AIT ) Pak MayJen. Djoko Pramono ( Ketua POSSI Pusat )

Kiri ke kanan atas : David Gani, Pak Robby Mamahit, Mr. Kwon Ketua Umum Persatuan Selam Korea , Pak Asang POSSI Jakarta, Ernawati, Candra Bunyamin, Kiri ke kanan Bawah : Izhaak, Kurniawan, Jul Effendi.

Tetapi semua ada hikmahnya, dari kejuaraan SELAM DAN MONOFIN ASIA pertama ini kita banyak sekali mendapatkan pelajaran.
Misalnya saja kita terheran-heran melihat peralatan dari rekan-rekan yang berasal dari Khazakastan, para atlit yang masih keturunan Rusia tersebut memiliki peralatan dengan tabung yang berada didepan lengkap dengan berbagai peralatan untuk pemeriksaan jarak dan kompas. Tabung yang dibentuk seperti peluru kendali ini memudahkan mereka menempuh jarak jauh dengan cepat. Tapi bukan kita saja, mereka pun terheran-heran melihat kita menggendong tabung dengan BCD, dan sehingga akhirnya terjadi pertukaran ilmu, dan peralatan. Satu set peralatan mereka ditinggal untuk mendapatkan satu set peralatan baru milik pak Robby Mamahit

Pertandingan diakhiri dengan malam persahabatan, dimana setiap Negara mempersembahkan pertunjukkan dari Negara masing-masing dan saling menukar cidera mata. Beberapa Atlit Batam yang sempat sedih karena kekalahan telak menghibur para tamu dengan tarian poco-poco yang dilatih pada hari sebelumnya. Sementara atlit2 Korea tertawa terbahak2 setelah salah seorang dari mereka mencoba meniup koteka - hadiah yang didapatkan dari team selam Papua. Sementara Mrs. Bola - atlit Kazakhstan yang tetap cantik walaupun kekar menari salsa.

Sementara kami, dengan sedikit harapan, semoga POSSI Batam memiliki alat yang dapat dipergunakan untuk berlatih dan membutikan kemampuan diri, - suatu saat nanti

Jangan pernah berhenti berjuang - sahabat !

  • Sejarah Singkat

  • Pasir Kubur

  • Leave a Reply