Kampanye Batam Peduli Flu Burung

Diposting oleh Karang Api • 29 Sep, 2008 • Kategori: Kegiatan
Kampanye Batam Peduli Flu Burung

Octopus Indonesia, partnership with Komnas FBPI (Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza; komnasfbpi.go.id) and UNICEF Indonesia, and also Pemko Batam were working together to increase public awareness on avian influenza and pandemic influenza.

On Aug 2008, we held some AI awareness campaign:

-. Aug 8-9, 2008: together with Bike To Work community and supported by Batam TV and Batam Pos,  promoting healty life-style.

-. Aug 9, 2008: talk show in Hang FM, topics was about everything people should know on avian flu and pandemic influenza; Bike To Work was propmoting some tips on healty life.

(talk show in Sheila FM was cancelled due tight schedule).

-. Aug 9-10, 2008: meeting with Ahmad Dahlan (major) and Ria Saptarika….to share some ideas about the whole intention of this campaign.

-. Aug 10, 2008: Komnas FBPI and Dinas KP2 (Pemko Batam), presenting some facts about AI, to people in Air Mas regency - Batu Aji.

Some news in local paper about this activities:

TRIBUN BATAM: Awas Flu Burung Mengancam
Kamis, 14-08-2008 | 00:00:00




BATAM, TRIBUN - Virus berbahaya H5N1 atau lebih dikenal flu burung sampai saat ini masih mengancam. Tanpa penganangan menyeluruh, dikhawatirkan virus ini akan semakin banyak memakan korban.

Penyebaran flu burung ini bahkan telah terjadi hampir di 10 provinsi, termasuk Kepri. Dua warga Sekupang dan Nongsa sempat dinyatakan suspect flu burung.

Luky, Ketua Octopus Indonesia cabang Batam, Rabu (13/8), mengatakan akibat virus flu burung sudah menewaskan ratusan warga. “Itu membuktikan flu burung itu ganas dan mematikan. Karena itu dibutuhkan langkah serius melibatkan seluruh kalangan masyarakat termasuk ibu rumah tangga untuk mengetahui upaya terdini membasmi virus itu,” ujar Luky didampingi rekannya Budi.

Melihat ganasnya virus mematikan itu, Octopus Indonesia cabang Batam bersama Komite Nasional Pengendali Flu burung, dan UNICEF Indonesia, melakukan pencerahan kepada warga Batam untuk mengerti langkah antisipasi dini terhadap penyebaran flu burung itu.

Langkah yang perlu ditempuh yakni jangan membiarkan unggas berkeliaran, tetapi sebaiknya dimasukkan ke kandang. Pisahkan unggas pada kandang yang berbeda. Unggas yang baru dibeli sebaiknya dipisahkan dari unggas yang lain selama dua minggu.

“Budayakan hidup bersih dengan cara membersihkan halaman sekitar kandang, membuang kotoran unggasa dan bulunya lalu dibakar atau dikuburkan,” tambahnya.

Dan untuk upaya mensterilkan kandang unggas perlu dilakukan penyemprotan disinfektan seperti cairan pemutih pakaian. Untuk ternak tersebut diberikan pakan yang menyehatkan dan memberi air bersih. Dan tidak kalah penting berikan vaksin unggas agar kekebalan tubuh hewan lebih kuat terhadap virus flu burung. (rnd)

SIJORI MANDIRIFlu Burung Mengancam

Flu Burung Mulai Masuk Kepri
Senin, 11 Agustus 2008
KP2 dan Dinkes Dinilai Lamban

BATAM - Virus flu burung (avian influenza) kembali mengancam masyarakat Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam. Temuan tersebut merupakan hasil kajian Komnas Flu Burung Pandemi Influenza (FBPI) Indonesia, yang mendeteksi bahwa hampir seluruh wilayah Sumatera telah terjangkit virus mematikan itu.

Untuk mengantisipasi penyebaran, FBPI menggandeng Octopus Komunitas Batam (LSM yang menangani masalah lingkungan), Pemko Batam serta Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan sosialisasi dan memerangi wabah berbahaya tersebut.

Kordinator Komnas FBPI Memed Zoelkarnain mengatakan di Medan, Sumatera Utara telah ditemukan 2 korban meninggal dan 10 lainnya suspect. Ia menyerukan, pencegahan yang paling efektif dengan tidak memelihara burung, ayam dan unggas lainnya di lingkungan tempat tinggal.

“Satu saja ternak saja kena flu burung, akan menular ke unggas lainya. Bahkan bisa menyerang manusia. Jadi, harus dilakukan pemusnahan unggas lainnya,” katanya kepada Sijori Mandiri ketika ditemui di Dapur 12, Sagulung, Minggu (10/8).

Dian Argarini mengaku datang dari Jakarta khusus untuk mensosialisasikan bahaya wabah flu burung. Ia dan rombongan cenderung melibatkan ibu-ibu rumah tangga (IRT) karena dianggap paling tanggap terhadap penyakit mematikan itu. “Ibu-ibu lebih cepat menyebarkan sosialisasi ini dan itulah yang kita targetkan. Sehingga masyarakat akan cepat tahu dan flu burung bisa segera tercegah,” katanya.

Sesalkan KP2 dan Dinkes
Budi Hartawan, Kordinator Octopus Komunitas Batam, menyesalkan sikap Dinas KP2 dan Dinas Kesehatan Kota Batam yang kurang meresponi bahaya virus flu burung. Menurutnya, Dinas KP2 dan Dinas Kesehatan seharusnya lebih respek terhadap penyakit mematikan itu. Tetapi, sampai sekarang terbukti, kedua dinas tersebut belum maksimal memikirkan masalah serius itu.

Walikota Batam Drs Ahmad Dahlan mengklaim sejauh ini, belum ada korban penyakit flu burung di Kota Batam. Dikatakan, apabila ada masyarakat terjangkit, harus segera diinformasikan kepada dinas kesehatan atau ke KP2. “Selama ini belum ada korban flu burung di Batam. Kita harapkan, jangan sampai ada korban flu burung di sini,” ujar Dahlan usai bersilaturahmi dengan pengurus Yayasan Abdi Umah Sagulung. (sm)

  • Burung Bakau - King Fisher

    reposted Sep 2008 by BH; previously posted in octopusdive.blogspot.com in April 2007.

    ...

  • Tarsius - Kukang

    Tarsius - K...

  • Leave a Reply