Ekspedisi Garis Depan Nusantara - Pemasangan Prasasti di P. Nipa
Diposting oleh Karang Api • 9 Jul, 2008 • Kategori: KegiatanWritten by : Luky L Santoso
1 July 08,
Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara (Arif Fathurrohcman, Jiwa Palamarta, Donny Rachmansjah), ditemani oleh Luky L Santoso (Octopus Indonesia), melanjutkan perjalanan ke pulau Nipa.
Setelah dari desa tanjung sari, melakukan pendataan tentang sosio budaya masyarakat desa, kita melakukan pemasangan prasasti ekspedisi di p. Nipa. Tanya sana-sini ongkos boat kesana sekitar 500 ribu, eh kebetulan ada sms dari seorang pejabat, “ki, bapak ikut ke Nipa. .. “ dan ternyata beliau membawa segerombolan wartawan, dari SCTV, RCTI, Metro Trans, dan koran2 lokal. Wah nggak bisa pake pompong dong.., laporan ke assistennya. Tenang – saya siapkan kok. Dan jreng.. dateng tuh.. kapal penjemput. Sebuah kapal sergap dari LANAL, loreng. Karena masih kurang, kapal cepat pemko juga disiapkan
Jam 9:30 – kita berangkat dari pelabuhan Internasional Sekupang. Kalo dari boat sebelah memang enak kelihatannya gagah, didalemnya jungkir balik man.. karena kecepatan sekitar 35knot lebih, goncangan membuat semua organ tubuh bergetar .
Kita melewati P. Pelampong, sebuah pulau yang masuk kedalam list pulau terdepan Nusantara, di Pulau ini tidak ada penghuninya.
Dan memakai kapal cepat ini juga bersiko, ketika kira2 sudah 2-3mil lagi sampai ke p. Nipa, sebuah fregate tetangga jadi sibuk hilir mudik disamping kapal. Lanal yang mengawal di kapal terlihat tegang. Seorang diantara mereka menyelinap di kamar depan – tempat senjata disimpan.
Uppss. Untung nggak ada apa2 yang terjadi, perjalanan dilanjutkan dengan kapal frigate singapura mengikuti dari belakang samping kanan disebelah batas Negara.
Begitu sampai di P. Nipa, segera di sambut oleh pak Teguh dari LANAL dan pak Manaf dari Marinir. Beserta satu regu pasukan Marinir yang bertugas mengawal pulau ini dengan senjata terkokang.
Setelah dibuka oleh pak Ria Saptarika, acara dilanjutkan dengan presentasi oleh kang Donny.
Mengejar waktu – langsung tanam prasasti, kang Arpan, pak Manaf, pak Ria dan pak Teguh bekerja sama.
Dan ketika selesai, seluruh pejabat dan anggota team mengambil foto kenangan.
Dari kiri-kanan :
Donny (Tim Ekspedisi 92), ?? , Jiwa (Tim Ekspedisi 92), Arpan (Tim Ekspedisi 92), Pak Manaf (DanMarinir), Ibu Ria Saptarika, Pak Ria Saptarika (Wawako Batam), Pak Agus (DanPosAL), Luky (Octopus Indonesia), Pak Sulton (Pemko), Pak Yusfa (Humas Pemko), Pak Yazid (Kadishub Batam), ?? (pemko)
Dan karena saya bawa segerombolan fotographer juga, ya sekalian deh nyoba angkat senapannya.. dan ngerjain marinir2 itu – kita suruh bergaya dulu.
Pulau nipa ini sekarang bertambah 4 ha.
Dibelakang pos, disediakan barak tempat para marinir tinggal selama 4 bulan di pulau tanpa air ini. Setiap dua minggu sekali mereka bergiliran ke pulau sambu untuk mencuci baju dan mandi sekalian belanja untuk dua minggu. Sekeliling barak ini tandus dan mereka terpaksa menampung air hujan untuk minum.
Sudah saatnya undur diri dan meninggalkan prasasti ini semoga tugas untuk membuat data 92 pulau terdepan Nusantara bisa berhasil dengan baik tanpa masalah yang berarti.
Jam 1:00 – Team berpisah dengan para pejabat yang akan langsung menuju Batam, dan Perjalanan diteruskan team expedisi pulau terdepan Nusantara dengan menggunakan boat pemko, menuju pulau pemping.
reposted Sep 2008 by BH; previously posted in octopusdive.blogspot.com in April 2007.
...


[...] Ekspedisi Garis Depan Nusantara - Pemasangan Prasasti di P. Nipa September 27, 2008 8:54 am admin Dari Blogger - Agreegator Dari http://octopusdive.org/ekspedisi-garis-depan-nusantara-pemasangan-prasasti-di-p-nipa/ [...]
Mohon Tanggapan Tim Ekspidisi
Apakah setuju bila P. Nipa diberdayakan dan dikembangkan misalnya digunakan sebagai tempat singgah kapal-kapal (mengisi bahan bakar); Digunakan sebagai tujuan wisata pulau, hal ini diharapkan dapat memberi nilai tambah pada P.Nipa sekaligus menjaga dan mempertahankan existensi pulau tersebut
Ibu Naniek,
pada prinsipnya, hal yang sangat positif bila pulau nipa dimanfaatkan utk kepentingan apapun, agar pulau tersebut hidup, asalkan sesuai dengan aturan yang ada.
Mengenai bentuk pemanfaatannya seperti apa, harus dipelajari lebih lanjut…mungkin utk tujuan bisnis kurang tepat, karena sebagai pulau terdepan yang dipentingkan adalah aspek pertahanan/keamanan, selain itu ukuran pulau nipa yang tidak terlalu besar juga kurang ekonomis utk dikembangkan sbg area bisnis.
Ibu Naniek dari PU? apakah ada rencana PU utk pulau ini?
Bila dibutuhkan, kita bisa diskusikan lebih lanjut panjang lebar ttg hal ini.
Terimakasih…:-)
-octopus-
good article , thanks for sharing the article!