Diliput NHK Jepang

Diposting oleh Karang Api • 3 Jan, 2008 • Kategori: Kegiatan
Diliput NHK Jepang

Jurnal Selamatkan Alam Negri ke # 34

Selasa siang, sehabis makan siang 07-11-2007
Selasa, masih capek habis off road bersama dengan temen2 dari Interconnect cyclist, mengamati nephentes di hutan lindung daerah punggur, Mangrove, nick name IB Ngesti Dewa alias budit, ketua divisi konservasi sms mendadak, ada kunjungan dari kawan lama, Takenaka ada di Jakarta ! sms masuk pas lagi ditengah hutan. Wah nggak sempet mikir panjang karena kecapean, pulang tidur.. kebetulan ada acara anak2 sepeda mo lihat area konservasi hutan di punggur, baru pulang jam 11:00 siang - akhirnya juga Tom Karz, anggota dari Belanda dateng jemput pake pradonya, “My New Car” katanya sambil tersenyum lebar. Wah enak nih, gentian gw bisa nebeng dia. Sudah lama banget nggak ketemu bule satu ini,. Masih teler karena pilek kehujanan kemaren, gw pake seragam yang masih rada basah dan sambar Camera kesayangan menuju sekupang. Dipelabuhan sekupang ketemu mangrove dan 3 temen marine biologist dari Malaysia, yang lagi diledek2 sama mangrove karena ternyata mereka jarang sekali kelaut untuk lihat “actual” biota di laut. Kaki masih pegel dan Hape ketinggalan, kasian temen2 yang lain pada nunggu telpon, gw Tanya si Tom punya nomor hape anak2 lain nggak, dia nggak punya..
Dan rombongan akhirnya tiba, gw nggak tahu pake apa karena sekitar 12 orang jepang dengan seorang pemandu yang ramah sudah muncul di pelabuhan rakyat sekupang, Disana pak Aling dari Sekilak sudah menyiapkan pompong besar 200pk. Kita ke Tg. Kubu. Untuk melakukan reboisasi bakau didaerah rusak. Mereka juga diantar sebuah LSM ( yang gw lupa kenalan - ntah LSM apa itu .., juga ada temen2 dari customer servicenya TURI beach yang bertugas mengantar mereka ). Dan biasa namanya juga safety, tiap anggota menggunakan life jacket.
Perjalanan 30 menit, di sana pak Ismail dan yang lainnya sudah menunggu. Kita disambut sekitar 8 orang penduduk desa yang sejak 2 tahun lalu sudah sering diskusi dengan temen2 dari divisi konservasi bagaimana pentingnya menjaga hutan bakau bila ingin hasil laut meningkat lagi. Terlihat keberhasilan rekan2 dari divisi konservasi sehingga penduduk desa membantu kita menyiapkan bibit bakau dan perlengkapannya, sampai sepatu boot pun mereka ada walaupun tidak banyak. Tapi terlihat kemauan mereka mempersiapkan semuanya. Point terpenting dari reboisasi adalah masyarakat melakukan sendiri reboisasi sementara kita membantu.

1.jpg

Pict. 1 Sisa2 hutan bakau yang sudah hancur - di reboisasi. Terlihat perbandingan batang bakau baru sebesar kelingking dan sisa batang bakau dibelakang rekan dari jepang.

3.jpg

Mangrove berusaha menjelaskan pada Mr. Takenaka tentang upaya2 pelestarian bakau oleh ODC di Indonesia.

From Japan with love, mereka sukarela membantu penanaman bakau. lucu aja lihat orang2 jepang pake baju modis - masuk lumpur nanem bakau.4.jpg
nggak ada cangkul - tanganpun jadi. Pakai sepatu bagus juga tidak ragu masuk lumpur.

5.jpg

anggota Coral Reef and Mangrove Conservation - Octopus Diving Club

7.jpg

Beberapa rekan dari Sun Green Jepang dan Marine Biologist dari Malaysia.

8.jpg

Dengan bekerja sama sekitar 25 orang, kami bisa menanami satu hektar lahan rusak
dengan cepat. tapi yang paling susah menjaga setelah bakau2 itu tumbuh.
Salah satunya karena masalah Konservasi VS kemiskinan.

9.jpg

Perahu nelayan tradisional - digerakkan oleh angin, yang hanya mampu menjelajahi
area kecil untuk mencari ikan dengan alat pancing. Dibelakangnya pembangungan
kapal2 raksasa dari perusahaan-perushaan asing yang kadang membuang limbah yang
menyebabkan ikan2 mati. Korbannya yang langsung merasakan ya - masyarakat kecil.
yang menggunakan air didaerah itu untuk kehidupan mereka.

10.jpg

Sehingga ketika ada demand dari pasar burung - burung2 eksotis, elang perut putih,
burung beo , dll langsung saja mereka sikat.

Jadi baru “ngeh” kok suasana hutan bakau tapi nggak ada burung atau hewan ya ? ternyata - diburu habis..
Masyakarat2 ( yang katanya modern ) yang kurang mengerti juga - main beli saja. tidak perduli
itu burung2 asalnya ditangkar ( dikembang biakkan ) atau ditangkap dari alam.
di perahu ini ada sekitar 6 ekor burung yang baru ditangkap. ( eh ini dibawah burung Nuri ya ? )

11.jpg

Pensiunan Tentara Jepang ini bersanding dengan mantan tentara Peta
( mantan tentara peta = nggak dikasih pensiun ). Pak Hasan ( sudah lupa umurnya )
yang cucunya sedang sakit ditengok dan dibantu oleh para pensiunan tentara jepang.
pak Hasan pernah mendapat pendidikan langsung dari tentara jepang dan dari mulai
lagu2 mars perjuangan jepang, sampai perintah2 dia masih ingat. Sementara
menurut beliau - pemerintah kita sudah tidak mau tahu nasib dia dan rekan-rekannya
sesama mantan pejuang.

12.jpg

Pertemuan rekan2 mantan dan pensiunan tentara Jepang dan Indonesia ini diliput oleh
salah satu station TV di jepang. Perterjemah ( baju biru muda ) ibunya orang Klaten.

13.jpg

Yang dari jepang jadi turis - jalan2 senang2. yang dari Indo - biasa, jadi nelayan miskin
yang lagi bingung cucunya sakit. Oh Indonesia …
Luky L Santoso 0819 266 9 888
Coral Reef and Mangrove Conservation - Octopus Diving Club

One Response »

  1. :sigh: As a beginner to photography I sometimes feel swamped by the amount of information I still have to learn about photography. However, the more i read, the better a photographer i become. Thanks for helping me move on a bit.

Leave a Reply