30 Juni 08, P. Berantai
Diposting oleh Karang Api • 8 Jul, 2008 • Kategori: KegiatanSalah satu tugas team kodal II adalah mencari informasi sosio budaya dari masyarakat disekitar pulau berantai.
Berangkat jam 10:30, dari pelabuhan domestik Sekupang, dengan ongkos pancung 10 ribu perorang, pancung 40 pk dikebut 17knot dan kami sampai di P. Belakang padang sekitar jam 12:30.
Pict. 1 - pompong, alat transportasi yang dipakai di daerah ini.
Sampai di pelabuhan, makan dulu di warung padang – lalu mulai keliling ke Polres, Kodim, Pos AL, untuk mengumpulkan berbagai data kependudukan.
Pict. Pintu masuk Pos AL ; pict 2. senjata anti pesawat.
Lalu ke kecamatan untuk mengumpulkan data sosio budaya. Ini foto lapangan upacara di belakang kecamatan.
Pict. 4 lapangan upacara.
Pict. 5. pemandangan dari belakang kantor kecamatan.
Sebetulnya ada ojek dari kecamatan menuju “kota” belakang padang, tapi memang dasarnya petualang, - pada nggak mau naik ojek, lebih enak jalan kaki sambil menyusuri objek2 menarik sepanjang jalan.
Pict. 6. jalan dari dan ke kecamatan.
Disepanjang jalan dengan paving blok ini, hutan bakau terpelihara dengan baik. Sehingga melindungi daerah tersebut pada saat angin barat dengan topan badainya. – suasana di balik hutan tersebut tetap tenang.
Pict. 7. sampan penduduk di samping jalan paving blok.
Pict. 8. kondisi desa saat surut.
Pict. 9 Becak, alat transportasi darat di “kota” belakang padang.
Dari kecamatan kami menyusuri jalan2 desa yang nyaman, dan teduh menuju ke daerah ”kota” belakang padang. Di sana terletak kantor kelurahan sementara.
Pict. 10. Tim sangat terbantu oleh lurah tanjung sari, belakang padang karena data yang disiapkan relatif lengkap.
Diterangkan oleh pak Lurah bahwa asal mula nama pulau berasal dari musibah di pulau singapura. Saat itu singapura di landa todak, jadi ikan2 todak yang memiliki hidung pedang ini dalam legenda diceritakan meloncat dan membunuh banyak penduduk pulau. Akhirnya di buat sayembara untuk bisa menghentikan musibah ini, dan ternyata ada seorang anak kecil yang mengusulkan agar dibuat pagar dari batang pisang. Ketika dilaksanakan dan berhasil, raja merasa khawatir si anak kecil akan mengganggu karir politiknya lalu mengutus pasukan untuk mengikat anak itu dengan rantai dan membuangnya kelaut.
Pict. 11. Pulau berantai.
Note : harus hati2, dengan hikayat ini – masyarakat di desa ini ternyata merasa lebih dekat dengan masyarakat melayu singapura. Bahkan dalam berbagai acara termasuk pantun, mereka sering saling berkunjung. Masyarakat di desa tanjung sari baru mengenal rupiah sekitar tahun 80-an.


[...] 30 Juni 08, P. Berantai September 27, 2008 8:55 am admin Dari Blogger - Agreegator Dari http://octopusdive.org/30-july-08-p-berantai/ [...]
This is a great article. I’m new to blogging but still learning. Thanks for the great resource